PENGARUH WORKING CAPITAL TURNOVER DAN RETURN ON ASSET TERHADAP FINANCIAL DISTRESS(Studi Pada Perusahaan Subsektor Keramik Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 – 2023)

Penulis

  • Muammar Basri Universitas Pamulang Penulis
  • Ratna Dumilah, S.E., M.M Universitas Pamulang Penulis

Kata Kunci:

Working Capital Turnover; Return On Asset; Financial Distress

Abstrak

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Working Capital Turnover dan Return On Asset Terhadap Financial Distress (Studi Pada Perusahaan Subsektor Keramik Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 – 2023).

Metode. Penelitian ini berjenis kuantitatif. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu regresi data panel dengan time series 5 (lima) tahun yaitu periode 2019-2023 dan 7 (tujuh) Pada Perusahaan Subsektor Keramik. Sampel yang digunakan meliputi laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan (neraca) Pada Perusahaan Subsektor Keramik Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 – 2023. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel.

Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa hasil uji parsial (uji t). Working Capital Turnover diperoleh nilai thitung sebesar 0,142779 dengan signifikansi sebesar 0,89. Karena thitung < ttabel (0,142779 < 1,69389) dan nilai signifikansi > tingkat signifikan (0,89 > 0,05). Maka kesimpulannya adalah Working Capital Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Financial Distress. Hasil penelitian untuk Return On Asset thitung > ttabel (3,816042 > 1,69389) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan . (0,001 < 0.05). Maka kesimpulannya adalah Return On Asset berpengaruh dan Signifikan terhadap Financial Distress.

Implikasi. Working Capital Turnover dan Return On Asset berpengaruh terhadap Financial Distress maka implikasinya terkait erat dengan efisiensi operasional perusahaan. WCT yang tinggi menunjukkan efisiensi dalam menggunakan modal kerja, meningkatkan likuiditas dan mengurangi risiko financial distress, sedangkan WCT yang rendah dapat menurunkan likuiditas dan memperburuk kewajiban jangka pendek. ROA yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset, memperkuat posisi keuangan dan mengurangi risiko financial distress, sementara ROA yang rendah mengindikasikan ketidakefisienan yang dapat menurunkan profitabilitas dan meningkatkan kesulitan finansial. Secara keseluruhan, perusahaan dengan WCT dan ROA yang tinggi lebih mampu menghindari financial distress.

File Tambahan

Diterbitkan

2025-03-25

Cara Mengutip

PENGARUH WORKING CAPITAL TURNOVER DAN RETURN ON ASSET TERHADAP FINANCIAL DISTRESS(Studi Pada Perusahaan Subsektor Keramik Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 – 2023). (2025). JURNAL KONSISTEN, 2(1), 105-116. https://jafjournal.com/index.php/JKS/article/view/405

Artikel Serupa

1-10 dari 29

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.