PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAN SUBSEKTOR ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2014-2023
Kata Kunci:
Kebijakan Dividen; Struktur Modal; Nilai PerusahaanAbstrak
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kebijakan dividen dan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen diukur dengan dividend payout ratio (DPR) dan struktur modal diukur dengan debt to equity ratio (DER) sedangkan nilai perusahaan diukur dengan price to book value (PBV).
Metode. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Laporan Keuangan Perusahan Subsektor Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2023. Sampel yang digunakan meliputi laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan (neraca) pada Perusahan Subsektor Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2014-2023. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan time series 10 (sepuluh) tahun yaitu periode 2014-2023 dan 3 (tiga) perusahan subsektor rokok.
Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kebijakan dividen diperoleh nilai Thitung sebesar -0,340533 dengan signifikansi sebesar 0,7363. Karena thitung < ttabel (-0,340533 < 1,70329) dan nilai signifikansi > tingkat signifikan (0,7363 > 0,05). Maka kesimpulannya adalah kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Untuk struktur modal diperoleh nilai thitung sebesar 2,146149 dengan signifikansi sebesar 0,0418. Karena thitung > ttabel (2,146149>1,70329) dan nilai signifikansi > tingkat signifikan (0,0418 < 0,05). Maka kesimpulannya adalah struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Implikasi. Kebijakan dividen dan struktur modal memiliki pengaruh besar terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen yang baik, yang menyeimbangkan kebutuhan likuiditas dan imbal hasil yang wajar, dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mencerminkan kestabilan finansial perusahaan. Di sisi lain, struktur modal yang efisien, yang mengombinasikan utang dan ekuitas dengan tepat, dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Penggunaan utang yang bijaksana dapat meningkatkan profitabilitas, sementara utang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko keuangan. Sebaliknya, terlalu banyak mengandalkan ekuitas dapat mengurangi pengembalian bagi pemegang saham. Secara keseluruhan, perusahaan yang mengelola kebijakan dividen dan struktur modal dengan baik akan lebih mampu meningkatkan nilai perusahaan, sementara keputusan yang buruk dapat merugikan kinerja dan nilai pasar perusahaan.